Artikel » Dosis dan Efek Residu Biochar Kulit Buah Kakao dalam Memperbaiki Sifat Tanah

Media:Jurnal, 13 Desember 2021
Link:https://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jti/article/view/13340/Neneng
Ringkasan:

Dosis biochar yang diberikan ke dalam tanah merupakan salah satu faktor yang menentukan efektivitas pemberian biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa dosis biochar kulit buah kakao dan residunya terhadap penurunan kemasaman tanah, peningkatankandungan hara makro dan hasil jagung di lahan kering masam. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan di Taman Bogo, Kabupaten Lampung Timur, selama tiga musim tanam yaitu Pebruari-Mei 2015, Juli-Nopember 2015 dan Nopember 2015-Pebruari 2016. Penelitianmenggunakan rancangan acak kelompok, 4 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah dosis biochar kulit buah kakao 0; 5; 10; 15; 25 dan 40 t ha-1dan jagung sebagai tanaman indikator. Parameter yang diamati adalah pH, P, K, Ca, Mg, dan Al3+tanah, serta berat pipilan kering jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar kulit buah kakao dosis 15-40 t ha-1mampu meningkatkan pH, kandungan P dan K potensial, Ca dan Mg, rasio Ca/Al serta menurunkan Al3+.Respon paling konsisten terjadi pada pemberian biochar kulit buah kakao 40 t ha-1. Efektivitas pemberian biochar kulit buah kakao terhadap hasil pipilan jagung tertinggi terjadi pada musim tanam ketiga dengan dosis optimum 34,39 t ha-1dan hasil 8,31 t ha-1. Hasil jagung pipilan kering berkorelasi negatif dengan kandungan Al3+(r=0,9117; p< 0,001). Biochar kulit buah kakao sangat prospektif untuk ameliorasi lahan kering masam dan peningkatan produktivitas jagung dengan dosis cukup tinggi 35 t ha-1dan diberikan pada musim tanam pertama tanpa pemberian lagi pada dua musim tanam berikutnya. 

Sumber: Jurnal Tanah dan Iklim

Download:PDF (945,5 KB)