Artikel » Membuat Peta Tanah dengan Teknik Disagregasi Spasial

Media:Jurnal, 29 November 2021
Link:https://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jsl/article/view/11555/JSDL_YS
Ringkasan:

Peta tanah merupakan informasi spasial dasar untuk perencanaan dan praktek pengelolaan lahan dan lingkungan. Informasi spasial tanah yang detil, terkini, dan kontekstual diperlukan dalam waktu yang tepat yang dapat disediakan melalui penerapan pendekatan digital soil mapping(DSM) berdasarkan data tanah warisan. Pemanfaatan teknologi DSM perlu disesuaikan dengan kondisi infrastruktur data setempat. DSM merupakan sub disiplin ilmu tanah yang paling aktif menghasilkan produk riset. Salahsatu teknik DSM yang diterapkan di berbagai tempat adalah teknik Disagregasi Spasial. Tulisan ini membahas tentang teknik disagregasi spasial untuk membuat peta tanah dan mengevaluasi tantangan penerapannya di Indonesia. Teknik ini bekerja di wilayah yang mempunyaipeta tanah baik meliputi seluruh wilayah atau sebagiannya dan memisahkan sub-sub poligon suatu satuan peta tanah menjadi bagian-bagian yang lebih detil. Aneka algoritma disagregasi spasial sudah banyak dikembangkan dan digunakan di Indonesia khususnya untuk pendetilan, penyelerasan batas, dan pembuatan petadi wilayah baru menggunakan hubungan tanah-lanskap dari wilayah lain. Aneka alat bantu yang dikembangkan dapat mempercepat dan mempermudah implementasi disagregasi spasial di lapangan. Kasus-kasus terpilih juga disajikan dan didiskusikan. Dengan meningkatkan kapasitas dan penelitian, implementasi teknik ini akan menyediakan algoritmayang lebih jitu yang pada saat bersamaan menambah informasi spasial tanah.

Kata kunci:Digital soil mapping /Disagregasi spasial / Peta tanah

Download:PDF (946,6 KB)