Artikel » Pengendalian Penyakit Hawar Daun (Bipolaris sorokiniana) dan Hama Penggerek Batang dengan Pestisida

Media:Buletin, 24 November 2021
Link:https://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/BS/article/view/12464/9501
Ringkasan:

Penelitian ini dilakukan di Malakaji, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Gowa, pada bulan April - Agustus 2019. Perlakuan disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari aplikasi pestisida nabati serai wangi dengan dosis 5, 10, dan 15 ml/L aquades, aplikasi cendawan Beauveria bassiana dengan dosis 10 g/L aquades, aplikasi cendawan Trichoderma spp. 10 g/L aquades, aplikasi formulasi Bacillus subtilis dosis 10 g/kg benih (seed treatment), insektisida sintetik (Suryatan+) dosis 2cc/L aquades, fungisida sintetik (Antracol) dosis 2cc/L aquades, dan kontrol (aquades). Varietas yang digunakan adalah GURI 3. Perlakuan penyemprotan pestisida dilakukan setiap dua minggu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada fase vegetatif tidak ditemukan serangan penggerek batang. Penggerek batang ditemukan pada fase generatif dengan persentase serangan antara 13,34-30,88%. Jenis penyakit yang ditemukan sejak awal pertumbuhan adalah busuk akar yang disebabkan oleh cendawan Fusarium sp. Serangan terberat disebabkan oleh cendawan terutama cendawan Bipolaris sorokiniana yang menyebabkan busuk akar dan hawar daun. Insektisida sintetik menunjukkan hasil terbaik dalam menekan serangan hama penggerek batang dan fungisida sintetik menunjukkan hasil terbaik dalam menekan serangan penyakit busuk akar dan hawar daun.

Kata kunci: penggerek batang, hawar daun B. sorokiniana, Fusarium sp.

Download:PDF (713,8 KB)