Artikel » Efektivitas Pegendalian Penyakit Tungro secara Terpadu dengan Pendekatan Pengendalian Biointensif

Media:Jurnal, 17 November 2021
Link:https://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpptp/article/view/12362/9939
Ringkasan:

Penyakit tungro merupakan salah satu kendala dalam program peningkatan produksi padi nasional. Di beberapa daerah, penyakit penting ini berstatus endemis. Di satu sisi, sebagian petani dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman masih menggunakan pestisida yang berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan. Di sisi lain, teknologi pengendalian penyakit tungro ramah lingkungan telah tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengendalian terpadu penyakit tungro ramah lingkungan yang terdiri atas varietas tahan, biopestisida, dan konservasi musuh alami dengan tanaman berbunga dalam menekan populasi wereng hijau dan insidensi penularan tungro pada stadia tanaman padi peka infeksi. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Loka Penelitian Penyakit Tungro di Lanrang, Sidrap, Sulawesi Selatan pada April-September 2017, menggunakan rancangan petak terbagi (split-plot). Sebagai petak utama adalah: 1) Petak pengendalian biointensif, menggunakan tanaman berbunga (refugia) dan pengendalian hama dengan andrometa yang merupakan campuran cendawan entomopatogen Metharizium anisopliae dan ekstrak sambiloto; 2) Petak pengendalian konvensional, tanpa tanaman berbunga dan pengendalian hama menggunakan pestisida. Sebagai anak petak adalah varietas padi: 1) TN1, 2) IR64, dan 3) Inpari-9 Elo yang berbeda ketahahan terhadap tungro. Pengamatan dilakukan pada 2, 4, 6 dan 8 Minggu Setelah Tanam (MST). Hasil penelitian menunjukkan populasi wereng hijau pada varietas TN1, baik pada petak pengendalian biointensif maupun petak pengendalian konvensional, lebih tinggi dibanding dua varietas lainnya. Populasi musuh alami pada petak pengendalian biointensif terdiri atas 10 famili predator, sedangkan pada petak pengendalian konvensional sembilan famili predator. Efektivitas pengendalian bio-intensif berpengaruh terhadap penurunan populasi wereng hijau dan keragaman musuh alami, serta tidak berpengaruh nyata terhadap insidensi penularan tungro dan tidak berpengaruh terhadap hasil gabah. Dengan demikian, pengendalian biointensif perlu terus dikembangkan untuk menciptakan lingkungan pertanian yang bebas pestisida.

Kata kunci: Padi, tungro, pengendalian, biointensif

Download:PDF (12,5 MB)